PROSPEK INTEGRASI METODE WISN (WORKLOAD INDICATOR OF STAFFING NEED) DALAM SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUPANG

Penulis

Derty Koroh

Pembimbing: dr. Luthfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D


ABSTRACT: Background: The human resources in public health centers varied from different disciplines that required their own analysis in measuring workload. The proper human resources planning analysis will help in making decision so that the placement could be exactly according to the needs of public health centers. Kupang District Health Office has now developed a method of planning for public health centers personnel based on a real workload, the WISN method (Workload Indicator of Staffing Need), which refers to the Kepmenkes RI of. 81/2004. Human resources planning by using the integrated WISN in human resources information systems required to improve the efficiency of the work that will make it easier to analyze the human resources requirements. The purpose of this study was to measure WISN method integration prospects in human resources information systems in Kupang District Health Office. Method: The study was a qualitative case study design and results were presented descriptively. Results: The use of WISN method as a standard in human resources planning requirements in public health centers got all support of the leaders and also by users. The development of the integration of a new system into an existing system was not easy because the system development needed the merging of several activities in both manual and computerized. The constraints or the problems that occured in the application WISN method integration prospects in human resources information systems that was still the lack of knowledge of the human resources in the public health centers concerning the sorting and merging of activities including the activities of the major service components and others supporting service components. Those conditions led to the use of WISN method based on computerization were generally rejected by users, it was also supported by the decision makers at both the district and the developer of human resource information systems. There was still the lack of knowledge and understanding of the users about the importance of human resources planning requirements by WISN method based on computerization because they lacked of the relative benefits felt by the users. Conclusion: The low understanding of users on WISN method and there was a limited number of human resources in managing information systems in Kupang District Health Office led to human resources planning requirements according to the WISN-based computerized method generally rejected by the users.

INTISARI: Latar Belakang: Analisis perencanaan kebutuhan tenaga yang tepat akan membantu dalam pengambilan keputusan sehingga penempatan tenaga bisa tepat sesuai dengan kebutuhan puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang saat ini telah mengembangkan metode perencanaan kebutuhan tenaga puskesmas berdasarkan pada beban kerja nyata, yakni metode WISN (Workload Indicator of Staffing Need). Perencanaan kebutuhan tenaga dengan menggunakan metode WISN berbasis komputer yang diintegrasikan dalam sistem informasi SDM diperlukan dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur prospek integrasi metode WISN dalam sistem informasi sumber daya manusia di Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dan hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Hasil : Adanya kesepakatan pengguna untuk menggunakan metode WISN sebagai standar dalam perencanaan kebutuhan tenaga karena metode WISN berdasarkan pada pekerjaan riil yang ditangani oleh tenaga kesehatan yang memiliki pola beban kerja sendiri-sendiri serta memberikan informasi tentang kebutuhan staf yang berdasarkan letak geografis puskesmas. Hasil penghitungan menunjukan bahwa tenaga bidan terjadi kelebihan pada Puskesmas Tarus dan Oesao sedangkan pada Puskesmas Lelogama dan Manubelon terjadi kekurangan; tenaga perawat terjadi kelebihan pada Puskesmas Manubelon sedangkan pada Puskesmas Tarus, Oesao dan Lelogama terjadi kekurangan; tenaga sanitarian terjadi kekurangan tenaga pada Puskesmas Oesao dan Lelogama dan tenaga gizi terjadi kekurangan pada 4 (empat) puskesmas. Sistem yang ditawarkan dalam implementasi metode WISN yakni secara manual atau komputerisasi. Cara manual dilakukan dengan cara setiap puskesmas melakukan penghitungannya sendiri, mengeluarkan hasilnya serta menggunakan hasilnya. Model penghitungan ini mendapatkan dukungan dari seluruh informan. Penghitungan dengan menggunakan komputer dilakukan dengan cara data statistik tahunan dan jumlah kebutuhan tenaga yang ada di puskesmas di kirim ke dinas kesehatan untuk di input kedalam komputer. Model penghitungan ini tidak mendapat dukungan dari para informan, karena metode WISN masih dianggap baru sehingga masih perlu dilakukan secara manual dalam rangka proses pembelajaran. Kesimpulan : Metode WISN sangat cocok diterapkan di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. Implementasi metode WISN berbasis komputer tidak mendapat dukungan dari para informan, karena metode WISN masih dianggap baru sehingga masih perlu dilakukan secara manual dalam rangka proses pembelajaran.

Kata kunci Perencanaan SDM, Metode WISN, Sistem Informasi SDM
Program Studi UGM
No Inventaris
Deskripsi
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2013
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali