ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR WILAYAH DAN SEKTOR DI INDONESIA

Penulis

Sara Purnasihar

Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc


ABSTRACT: Regional development is an integral part of national development. Along with the development there was still a lot of inequality, both the regional and sectoral, which are income inequality between regions and sectors inequality in Indonesia. Therefore, this research aims to determine the level of inequality between provinces, between territories, within territories, between regions, and within regions, to know the factors that affect the level of income inequality within regions, and to determine the level of sectors inequality in each region, which sector experiencing the highest inequality and how inequality in the agricultural sector. This study used descriptive analysis. The datas used were panel data from seven regions during the period 1996-2009 which obtained from the BPS and Bank of Indonesia. Regional and sectoral inequality measured by the Theil Index and the factors that affect inequality analyzed by SUR (Seemingly Unrelated Regression) method. The results showed that the regional income inequality in Indonesia included the low to medium inequality. Factors that affected income inequality in the region is the PAD, IPM, Investment and Fund Balanced. The sectors that experienced high inequality such as mining, manufacturing, finance, construction, services, and transportation sector. The agricultural sector experienced the low inequality in all regions.

INTISARI: Pembangunan regional merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional. Seiring dengan pembangunan yang terus berjalan ternyata masih banyak terdapat ketimpangan, baik regional maupun sektoral yaitu ketimpangan pendapatan antar wilayah dan ketimpangan sektor-sektor di Indonesia. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan antar provinsi, antar kawasan, dalam kawasan, antar wilayah, dan dalam wilayah, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ketimpangan pendapatan dalam wilayah, dan mengetahui tingkat ketimpangan sektor-sektor ekonomi pada masing-masing wilayah, sektor apa yang mengalami ketimpangan paling tinggi serta bagaimana ketimpangan pada sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah data panel dari 7 wilayah selama periode 1996-2009 yang didapat dari BPS dan Bank Indonesia. Tingkat ketimpangan regional dan sektoral diukur menggunakan Indeks Theil dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan dianalisis dengan SUR (Seemingly Unrelated Regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan regional di Indonesia termasuk kategori ketimpangan rendah hingga menengah. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap ketimpangan dalam wilayah adalah PAD, IPM, Investasi dan Dana Perimbangan. Sektor-sektor yang mengalami ketimpangan tinggi diantaranya adalah sektor pertambangan, industri pengolahan, keuangan, bangunan, jasa-jasa, dan pengangkutan. Sektor pertanian mengalami ketimpangan rendah di semua wilayah.

Kata kunci Ketimpangan Pendapatan, Wilayah, Ketimpangan Sektor
Program Studi UGM
No Inventaris 3719-H-2012
Deskripsi xi, 106 p., bibl., ills., 29cm.
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2013
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali