OPTIMALISASI PERAN KOMANDO RAYON MILITER DALAM KEGIATAN KOMUNIKASI SOSIAL (KOMSOS) UNTUK PEMBINAAN KETAHANAN WILAYAH (Studi di Koramil 0502-06/Kelapa Gading, Jakarta Utara)

Penulis

Endro Jatmoko

Pembimbing: Prof. DR. Sudaryono, MA


ABSTRACT: The national defense as one functions of state government which is an effort to create and to achieve the unificationof national defense goals setting forth in the Preamble of the 1945 Constitution by protecting the whole nation and the homeland of Indonesia, to promote general welfare, intellectual life of the nation and participate in implementing the world order based on freedom, keeping peace and social justice. The changing role of Indonesian National Army’s, essential threats, and regional autonomy needan adjustment of the Army’s role in particularly Military Sub-District Command as the leader in maintaining regional resilience and the integrity of the Republic of Indonesia has to be optimized its role and organization. The purpose of this study is to recognize the real situation and condition in the region and to comprehend about (1) The actualization Military Sub-District Command inmaintaing territorial atsocial communication activities (2) The empowerment of Military Sub-District Command officers, community partnershipin social communication (3) To optimize the Military Sub-District Command role in social communication for the regional resilience. The study uses qualitative methods mainly by collecting and analyzing written texts. Besides, its providing the overall situation which is being studied. The research data isobtained from primary data and secondary data.The Primary data as aliterature data invarious forms,such as books, internet sites and other literature sources, the primary data come from some interviews with connecting officials and community at the research locust. The result of study shows that: (1) The Description of current conditions is a real picture aboutthe Military Sub-District Command role’s condition as the spearhead of Area Commandandthe Territorial Commando still facing softwareand application tasks problems and hesitate to carry out its duties because of Indonesian National Army role transition. (2) The Military Sub- District Commandrole is still necessary at the activityof social communication, it can be achieved if components of the apparatus all together having a sense of strong nationalis mand patriotism as well as budgeting support that fit to the needs and demands of the state’s ability will be creating the efforts and balance in order to deal with the dynamics that occur in society. (3) In creating the regional resilience, Military Sub-District Commandcarries out the optimal role and make continuousef forts to gain a support for cooperation with Sub district Leaders Conference and connected institutions along with the local community by maintaining Social Communication, Struggle and Resistance of Indonesian National Army’s servicein order to get emphaty and achieved the military people unity.

INTISARI: Pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara yang merupakan usaha untuk mewujudkan satu kesatuan pertahanan negara guna mencapai tujuan nasional sesuai yang tercantum dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Perubahan peran TNI, hakekat ancaman, dan pemberlakuan otonomi daerah menuntut penyesuaian pula dalam hal peran TNI AD khususnya Koramil sebagai ujung tombak pembinaanketahanan wilayah dalam menjaga integritas NKRI perlu dioptimalkan organisasi dan perannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui situasi dan kondisi diwilayah secara nyata dan mendalam mengenai (1) aktualisasi Koramil dalam kegiatan pembinaan teritorial pada kegiatan komunikasi sosial (2) pemberdayaan aparat Koramil, Mitra dan masyarakat dalam komunikasi sosial (3) optimalisasi peran Koramil dalam kegiatan komunikasi sosial untuk ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengutamakan pada pengumpulan dan analisis teks tertulis. Selain itu juga memberikan gambaran secara menyeluruh tentang keadaan yang sedang diteliti. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data skunder. Data primer berupa data kepustakaan dalam berbagai bentuk, antara lain buku, situs internet dan sumber-sumber kepustakaan lainnya, data primer dihasilkan melalui wawancara dengan pejabat terkait dan masyarakat ditempat penelitian. Hasil temuan dari penelitian ini bahwa (1) Deskripsi kondisi saat ini merupakan gambaran nyata tentang kondisi peran Koramil sebagai ujung tombak komando wilayahdan komando teritorial yang masih terbentur dengan permasalahan piranti lunak maupun aplikasi tugas dilapangan serta masih dirasakan keragu-raguan dalam pelaksanaan tugasnya karena masa transisi peran TNI yang berubah, (2) Peran Koramil dalam kegiatan Komunikasi Sosial masih sangat diperlukan, hal ini dapat terwujud apabila segenap komponen masyarakat bersama-sama aparat mempunyai rasa nasionalisme dan patriotisme yang kuat, dan juga dukungan anggaran disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dan kemampuan negara sehingga akan tercipta keseimbangan dalam upaya optimalisasi peran Koramil dalam menghadapi dinamika yang terjadi di masyarakat, (3) Dalam mewujudkan ketahanan wilayah, Koramil melaksanakan peran secara optimal dan melakukan upaya secara terus menerus untuk mendapatkan dukungan kerjasama dengan jajaran Muspikadan instansi terkait serta masyarakat setempat dengan melaksanakan Pembinaan Komunikasi Sosial, Pembinaan Perlawanan Wilayah dan Bhakti TNIsehingga dicintai rakyat serta tercapai kemanunggalan TNI-Rakyat.

Kata kunci Koramil, Pembinaan Komunikasi Sosial dan Ketahanan Wilayah.
Program Studi UGM
No Inventaris 1747-H-2012
Deskripsi xii, 130 p., bibl., ills., 29 cm.
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2012
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali