T 616-082 Wah t

Tunjangan bahaya radiasi dan kinerja pelayanan radiologi di RSUP Persahabatan

Penulis

Wahab, Sudharto

Pembimbing: dr. Rossi Sanusi, MPA.,PhD


ABSTRACT : The purpose of this study was to investigate the implementation of regulations of a radiation risk fund (TBR) applied at the Persahabatan Hospital, and its impact to radiology service performance. The qualitative and quantitative data collected can be used to improve the TBR strategy. The data were gathered from several sources. Primary data were gathered thought interviews and direct observations of the Radiodiagnostic Instalation and Radiotheraphy Instalation and other related units of the Persahabatan Hospital, the Radiation Protection Laboratory, and the MOH Directorate General of Medical Services. Secondary data were gathered from 1995-1999 documents collected at the respective institutions. The quantitative data were analyzed to study the impact of TBR before and after its implementation, between 1995 and 1999. The qualitative data were analyzed to reveal the aspirations among radiation workers and problems faced in the Radiodiagnostic Instalation and its surroundings. Based on quantitative data analysis this study indicated that the TBR applied in Persahabatan Hospital increased radiology service performance by reducing the amount of film damage from 4.3% to 1.8% in 1996, but tend to decrease again by

INTISARI : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan peraturan pelaksanaan Tunjangan Bahaya Radiasi (TBR) di RSUP Persahabatan, termasuk meneliti apakah ada pengaruh positif TBR terhadap kinerja pelayanan radiologi dan kendala-kendala pelaksanaannya. Dengan mengungkap segala sesuatu tentang pelaksanaan TBR di RSUP Persahabatan, dapat diperoleh informasi yang menyeluruh mengenai dampak TBR secara kuantitatif maupun kualitatif, sehingga dapat dipakai untuk bahan perbaikadpenyempurnaan peraturan di masa yang akan datang. Setelah berjalan selama 6 (enam) tahun pelaksanaan TBR di rumah sakit, berkembang isu bahwa TBR tidak membawa pengaruh apapun terhadap kinerja pelayanan radiologi, bahkan terjadi kecemburuan sosial antar bagian atau unit, kecemburuan antar kelompok profesi. Hal-ha1 itulah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang pelaksanaan TBR di RSUP Persahabatan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data dari beberapa sumber yang terkait dengan TBR. Data primer diperoleh dari wawancara dan observasi langsung yang dilakukan sendiri oleh penulis selama tiga bulan di Instalasi Radiodiagnostik dan Instalasi Radioterapi serta unit-unit lain terkait di RSUP Persahabatan, dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta dan dari Direktorat Jenderal Pelayanan i Medik Departemen Kesehatan. Data sekunder diperoleh dari dokumen d instansiinstansi tesebut yang terkumpul dari tahun 1995 sampai 1999. Dalam melakukan pengumpulan data sekunder penulis dibantu oleh seorang pekerja radiasi berkualifikasi DIII Radiogafer dari RSUP Persahabatan dan dari BPFK Jakarta. Data kuantitatif dianalisis untuk mengetahui kecenderungannya selama kurun waktu 1995 sampai dengan 1999 yang dikaitkan dengan adanya TBR, baik sebelum maupun setelah diperolehnya TBR. Sedangkan data kualitatif, termasuk aspirasi yang berkembang dikalangan para pekerja radiasi dikemukakan untuk mengungkap dampak serta kendala yang terjadi di Instalasi Radiodiagnostik dan sekelilingnya. Informasi atau fakta yang diperoleh dari penelitian lapangan, kemudian diolawdibahas dalam Tim Pembinaan dan Pengawasan TBR Direktorat Jenderal Pelayanan Medik untuk memperoleh masukan. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan TBR di RSUP Persahabatan pada awalnya dapat menurunkan jumlah kerusakan film yang cukup berarti, tetapi lambat laun secara perlahan menunjukkan kecenderungan untuk naik kembali jumlah kerusakan film tersebut. Dari penelitian ini terbukti tidak terdapat kendala yang berarti dalam pelaksanaan peraturan tentang TBR di RSUP Persahabatan. Namun terungkap bahwa terdapat suara sumbang di luar Instalasi Radiodiagnostik karena ada sebagian tenaga yang menjadi pekerja radiasi tanpa melalui kualifikasi khusus yang diperoleh dari pendidkan formal ataupun dari pelatihan teknis, yaitu tenaga administrasi radiologi dan tenaga kamar gelap. Juga diketahui bahwa komposisi tenaga fungsional di Instalasi Radrodiagnostik RSUP

Kata kunci Manajemen Rumah Sakit,Tunjangan Bahaya Radiasi
Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM
No Inventaris c.1 (116/H/2001)
Deskripsi xiv, 80 p., bibl., ills., 30 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2000
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali