PENYALAHGUNAAN HAK INGKAR NOTARIS DALAM PENYIDIKAN PERKARA PIDANA

Penulis

Arie Syahrur

Pembimbing: Supriyadi, S.H.,M.Hum.,


ABSTRACT: The existence of Notaries is closely related to public trust. Given the trust awarded, a notary is obliged to keep secrecy on the everything related to the contents of the deed that he or she makes and all information related that to the deeds, which he or she obtains. Much attention have been given to notaries due to various criminal cases involving notaries. Abuses on authority and obligation which the notaries perform need legal consequences. Therefore, it is necessary to identify the types of abuses which the notaries performed in terms of the notary’s right of refusal and its preventions. Based on the aforementioned, problem investigated in this research involve: What are the types of abuses related the notary’s right of refusal in crime investigation and what actions that the investigators carry out on such abuses. Normative and empirical juridical method and specification used in this research was normative descriptive study. Based on the result, it is concluded that when notaries are called by the police investigators, the notaries will not answer investigator’s questions that has already been stated in the deeds. In addition, the notaries may not fulfill police investigator’ call due to unvailibility of the decision from Majelis Pengawas Daerah (Local Supervisory Board).

INTISARI: Keberadaan Notaris sangat dekat dengan unsur kepercayaan dari masyarakat. Mengingat asas kepercayaan tersebut, maka seorang Notaris berkewajiban untuk merahasiakan segala sesuatu yang berhubungan dengan isi akta yang dibuatnya atau keterangan yang diperoleh sehubungan dengan pembuatan akta tersebut. Notaris banyak disoroti dengan adanya berbagai kasus pidana yang melibatkan Notaris. Penyimpangan–penyimpangan terhadap kewenangan dan kewajiban yang dilakukan oleh notaris yang harus mempertanggungjawabkan secara hukum. Oleh karena itu untuk mengetahui bagaimana bentuk penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh notaris yang berhubungan dengan hak ingkar yang melekat pada notaris dan bagaimana tindakan untuk mencegah tindakan penyalahgunaan tersebut. Berdasarkan hal- hal tersebut maka permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah : Bagaimana bentuk penyalahgunaan hak ingkar Notaris yang terjadi dalam penyidikan perkara pidana dan Tindakan apa saja yang dilakukan penyidik terhadap adanya penyalahgunaan hak ingkar tersebut. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa apabila notaris dipanggil oleh pihak penyidik kepolisian maka notaris tidak akan menjawab pertanyaan dari penyidik apabila hal tersebut sudah diterangkan didalam akta, dan juga notaris dapat minta dibebaskan untuk memberikan keterangan dari pihak penyidik. Dan juga dikarenakan belum adanya keputusan dari Majelis Pengawas Daerah.

Kata kunci Notaris, Hak Ingkar, Penyidik
Program Studi UGM
No Inventaris 3282-H-2011
Deskripsi xi, 119 p., bibl., ills., 29 cm.
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2012
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali