PENGARUH KADAR HORMON BASAL TERHADAPJUMLAH OOSIT MATUR PADA PASIEN PROGRAM IVF-ICSI TAHUN 2006-2010 DI RSUP DR SARDJITO

Penulis

Nilawati

Pembimbing: Prof. dr. Djaswadi Dasuki, MPH., Ph.D., SpOG(K)


ABSTRACT: Background: Follicle Stimulating Hormone initiates follicular growth and stimulates the development of Graafian Follicle. During this process, the increase of estrogen synthesis stimulates secretion of LH and ovulation occurs. This hormone is very important in predicting successfulness of in vitro fertilization program. Objective: To analyze the relation of basal hormone levels (FSH, LH, and E2) in predicting the total number of mature oocyte in patients following IVF-ICSI program. Methods: Observational retrospective cohort. Results: A total of 60 cycles from 60 couples who undergoing IVF were included in the study according to inclusion and exclusion criteria. There were 16 cyles (26.7%) with normal basal hormon level (FSH ≤ 7.5 mIU / mL, E2 ≤ 50 pg / mL, LH ≤ 4 mIU / mL) and 44 cycles (73.3%) with abnormal basal hormone levels. Twenty subjects (33%) using ovarian stimulation long protocol rFSH and GnRH agonist, 15 subyek (23%) with combination of ovarium Clomiphene Citrate and rFSH (simple protocol) and 25 subjects (41.7%) with GnRH antagonis protocol. Normal basal hormone increase the chance by 2.1 fold in producing mature oocyte. Basal FSH ≤ 7.5 mIU / mL significantly increase the amount of mature oocyte compare to basal FSH > 7.5 mIU / mL (7.59±4.9 vs 5.38±2.7; p<0.05). With LH level >4 mIU/mL, there is significant larger amount of mature oocyte compare to LH ≤4 mIU/mL. There is no significant difference between group with normal basal E2 and abnormal basal E2 in amount of mature follicle and mature oocyte produced. Long protocol increase the chance by 3.2 fold in producing mature oocyte compare to other protocol. Conclusions: Normal basal hormone level (FSH ≤ 7.5 mIU / mL, E2 ≤50 pg/mL, LH ≤4 mIU/mL) influence the outcome of total mature follicle and mature oocyte in patients of program IVF-ICSI. Long protocol increase the outcome of oocyte maturity.

INTISARI: Latar belakang: Follicle stimulating hormone memicu pematangan folikel sampai perkembangan menjadi folikel de Graff yang diikuti dengan peningkatan sintesis estrogen, dan estrogen yang tinggi ini merangsang pengeluaran LH untuk terjadi ovulasi. Hormon ini sangat penting untuk memprediksi keberhasilan program fertilisasi in vitro. Tujuan: Menganalisis hubungan kadar hormon basal (FSH, LH dan E2) dalam memprediksi jumlah oosit matur pada pasien program IVF-ICSI. Desain penelitian: Observasional kohort retrospektif. Hasil: Sebanyak 60 siklus dari 60 pasangan yang menjalani fertilisasi in vitro diikutkan dalam penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat 16 siklus (26,70%) dengan kadar hormon basal normal (FSH≤7,5 mIU/mL, E2≤50 pg/mL, LH ≤4 IU/mL) dan 44 siklus (73,30%) dengan kadar hormon basal abnormal. Dua puluh subyek (33,30%) menggunakan stimulasi ovarium dengan rFSH dan GnRH agonis protokol panjang, 15 subyek (23%) menggunakan stimulasi ovarium klomifen sitrat kombinasi rFSH (protokol sederhana) dan 25 subyek (41,70%) dengan protokol GnRH antagonis. Pada kelompok hormon basal normal akan meningkatkan peluang 2,1 kali menghasilkan jumlah oosit matur dibandingkan kadar hormon basal abnormal walaupun secara statistik tidak bermakna. Kadar FSH basal ≤7,5 mIU/mL secara signifikan meningkatkan jumlah oosit matur dibandingkan pada kadar FSH>7,5 mIU/mL (9,69±5,80 vs 6,10±3,10 dan 7,59±4,90 vs 5,38±2,70; p<0,05). Pada kadar LH >4 mIU/mL secara signifikan menghasilkan jumlah oosit matur lebih banyak dibandingkan pada kelompok LH ≤4 mIU/mL. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok E2 basal normal dan abnormal dalam menghasilkan jumlah folikel matur dan oosit matur. Long protocol meningkatkan peluang 3,2 kali menghasilkan jumlah oosit matur dibandingkan simple protocol dan GnRH antagonis protocol. Kesimpulan: Kadar hormon basal normal (FSH ≤7,5 mIU/mL, E2 ≤50 pg/mL, LH ≤4 mIU/mL mempengaruhi luaran jumlah oosit matur pada pasien program IVF-ICSI. Long protocol meningkatkan luaran maturitas oosit.

Kata kunci Hormon basal, estradiol basal, FSH basal, LH basal, folikulogenesis, stimulasi ovarium, folikel matur, maturitas oosit
Program Studi UGM
No Inventaris 2083-H-2011
Deskripsi xi, 41 p., bibl., ills., 29 cm.
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2011
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali