FORMULASI NANOPARTIKEL LOSARTAN DENGAN PEMBAWA KITOSAN DAN UJI TRANSPOR TRANSDERMAL SECARA IN VITRO

Penulis

Nuri Ari Efiana, S.f., Apt

Pembimbing: Dr. Akhmad Kharis Nugroho, M.Si., Apt,


ABSTRACT: The nanoparticle in transdermal drug delivery system has been widely developed rapidly to increase skin permeability and to deliver drug into systemic circulation. This research aim was to find out optimal condition of chitosan-losartan nanoparticle and its effect on in vitro transdermal transport. Ionic gelation method was used, and two variables were optimized, i.e. pH (4,0-5,0) and rate of stirring (350-700 rpm). Loading capacity was used as a respon. Experimental transdermal transport was carried out for 28 hours using vertical type diffusion cell. Four formulas, i.e. Formula (F) I (losartan potassium solution in water), F II (nanoparticle dispersion in water), F III (losartan potassium solution in water with 10 % oleic acid in propilenglycol pretreatment), F IV (nanoparticle dispersion in water with 10 % oleic acid in propilenglycol pretreatment) were applied transdermally. The donor compartment contained 2 mL of 2 mg/mL losartan potassium solution. The transport profiles were analyzed using two methods, i.e. lag time diffusion method and compartmental modeling method. The results showed that optimum conditions were gained at pH of 4,0 and stirring rate of 350 rpm and the loading capacity was 47.7%. The mean of nanoparticle size was 290.3 nm and the zeta potential was +50.79 mV. F IV had higher rate of transport and could be applied transdermally in area of 48.58 cm2 to achieve therapeutic plasma level of 10 ng/mL. If the donor concentration of losartan is increased to 10.79 mg/mL the application area is predicted to become 9 cm2.

INTISARI: Penggunaan nanopartikel sebagai sistem penghantaran obat secara transdermal semakin banyak dikembangkan dengan maksud untuk meningkatkan transpor obat menembus kulit dan mencapai sirkulasi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi optimal pada pembentukan nanopartikel kitosanlosartan dan mengetahui pengaruhnya terhadap transpor transdermal secara in vitro. Metode yang digunakan yaitu ionic gelation. Optimasi formula dengan desain faktorial dengan variabel bebas pH (4,0-5,0) dan kecepatan pengadukan (350-700 rpm), dengan loading capacity sebagai respon yang diamati. Uji transpor dilakukan menggunakan sel difusi tipe vertikal selama 28 jam pada formula optimum yang diperoleh. Ada 4 kelompok formula uji yaitu formula I (larutan kalium losartan dalam air tanpa praperlakuan), formula II (dispersi nanopartikel kitosan-losartan dalam air tanpa praperlakuan), formula III (larutan kalium losartan dalam air dengan praperlakuan asam oleat 10% dalam propilenglikol), dan formula IV (dispersi nanopartikel kitosan-losartan dalam air dengan praperlakuan asam oleat 10% dalam propilenglikol). Kompartemen donor mengandung obat yang setara dengan kalium losartan 2 mg/mL. Analisis hasil transpor dilakukan dengan dua metode yaitu metode lag time dan metode kompartemen Hasil uji menunjukkan bahwa formula optimum diperoleh pada kondisi pH 4,0 dan kecepatan pengadukan 350 rpm, dengan loading capacity 47,7%. Nanopartikel yang diperoleh mempunyai ukuran 290,3 nm dengan zeta potensial + 50,79 mV. Formula IV memberikan hasil transpor paling besar dan dapat diaplikasikan secara transdermal dengan area seluas 48,58 cm2 untuk mencapai kadar plasma terapi sebesar 10 ng/mL. Peningkatan kadar kalium losartan dalam kompartemen donor menjadi 10,79 mg/mL diprediksi dapat menurunkan area aplikasi menjadi 9 cm2.

Kata kunci losartan, kitosan, nanopartikel, transdermal
Program Studi UGM
No Inventaris 2859-H-2011
Deskripsi xv, 106 p., bibl., ills., 29 cm.
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2011
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali