T Fat v

Verba dan permasalahannya dalam kalimat bahasa Inggris :: Studi kasus pada karangan mahasiswa bahasa Inggris Universitas Haluoleo Kendari-Sulawesi Tenggara

Penulis

Fatmawati, Wa Ode

Pembimbing: Prof. Dr. Stephanus Djawanai


ABSTRACT : This study aimed to describe verbs in English and to identify the errors made by the English Departments students of Haluoleo University in Kendari concerning with the application of verbs form in English sentences. The approach that is used in this a study is comparative descriptive qualitative. This study is conducted through two different steps. The first step is comparing the construction between English verb and Indonesian verb. This step meant to find out the difference between the two languages. The second step is identifying the errors made by the students in applying tenses and aspect in producing English sentences. The method and techniques used in this study are (1) the stage of collecting data, (2) the stage of analyzing the data, and (3) the stage of presenting the result of the data analysis. The result of this study shows that verbs have different forms. Each Tense has its own different verbs. In particular tenses, the subject forms influence the forms of verbs. In English the predicate has status role as verbs in a sentence. If there is no verb in a sentence then to be used as predicate. This matter is different with Indonesian namely, if the predicate is not a verb then predicate not necessary filled by verb then the words of category is used a the predicate. The differences between verbs in English and Indonesian are: (1) the form of verbs looked from the tenses, (2) the form of verbs looked from the subjects, (3) the attendance of verbs. These kind of the differences caused the difficulty in producing the English sentences. From the data collected (taken from the students writing) many kinds of errors in making the forms of verbs in English are found. The kinds of errors are as follows: (1) the ommision of suffiks {-s/es} on the verb after singular subject; (2) the addition of suffiks {-s/es} after plural subject; (3) the use of basic verb (present verb) in past tense, (4) the addition of to be in past tense; (5) the use of to be which improperly with the subject; (6) the ommision of to be was and were in past tense; (7) the use of auxiliary verb had which improperly with the subject, (8) the use verb which improperly in past perfect, (9) there is no basic verb after modal auxiliarry could in past tense, (10) the ignore of to be before verb in passive sentence, (11) using no participle verb after to be in passive sentence, (12) the use of relative pronoun. The aspect used to in a writing text are past progressive and perfective aspect. The parts of the errors are caused by the misconception or no understanding the rule from English to Indonesian, the other parts caused by hypercorrection and the last are caused by the interference. The kinds of errors are caused by misconception or no understanding of the rule are as follows: (1) the use of basic verb in past tense, (2) the use of to be which improperly with subject, (3) the ignore of to be was and were in past tense, (4) the use of auxiliary verb had which improperly with the subject, (5) the use of verb which improperly with the subject, (6) the use of wrong verb after modal auxiliary could, (7) the use of modal auxiliarry which improperly in past tense, (8) the ignore of to be before verb in passive sentence, (9) is not use partciple verb after to be in passive sentence. The kinds of errors caused by hypercorrection are as follows: (1) the addition of suffiks {-s/es}after plural subject, (2) the addition of to be in second verb (past verb),

INTISARI : Penelitian ini membahas tentang verba dan permasalahannya dalam kalimat bahasa Inggris dan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa program studi bahasa Inggris dalam menerapkan verba dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif komparatif kualitatif dengan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah membandingkan verba dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk mengetahui adanya perbedaan dari kedua bahasa itu. Tahap kedua adalah mengidentifikasi kesalahan-kesalahan pembelajar bahasa Inggris dalam menerapkan penanda kala dan aspek pada kalimat. Metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tahap penyediaan data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian yang ditemukan adalah verba memiliki bentuk yang berbeda antara satu dengan yang lain. Di samping itu kala memiliki bentuk verba yang berbeda. Subjek tunggal menuntut verba tunggal dan subjek jamak menuntut verba jamak. Dalam bahasa Inggris kedudukan predikat selalu diisi oleh verba. Jika dalam kalimat tidak terdapat verba maka kata bantu (to be) digunakan sebagai pengisi predikat. Hal ini berbeda dengan bahasa Indonesia yaitu, jika unsur predikatnya bukan diisi oleh verba maka unsur predikat tidak perlu diisi dengan verba namun kategori kata itu sendiri sebagai pengisi predikat. Perbedaan yang ada dalam verba bahasa Inggris dan bahasa Indonesia antara lain (1) bentuk verba berdasarkan kala, (2) bentuk verba dalam subjek, dan (3) kehadiran verba dalam predikat. Perbedaan-perbedaan ini yang menyebabkan pembelajar bahasa Inggris mengalami kesulitan dalam membentuk dan menerapkan verba dalam kalimat. Dari data yang dikumpulkan, diidentifikasi jenis-jenis kesalahan dan penyebab kesalahan dalam membentuk verba pada kalimat bahasa Inggris. Jenis kesalahan yang disebabkan interferensi bahasa pertama (B1) ke bahasa kedua (B2) adalah (1) penghilangan sufiks {-s/es} pada verba yang didahului oleh subjek tunggal; (2) penambahan sufiks {-s/es} pada verba yang didahului oleh subjek jamak; (3) penggunaan verba present (kata kerja dasar) pada kala lampau; (4) penambahan to be pada verba lampau; (5) penggunaan to be yang tidak sesuai dengan subjek; (6) penghilangan kata bantu was dan were dalam kala lampau; (7) penggunaan kata kerja bantu had yang tidak sesuai dengan subjek; (8) penggunaan kata kerja yang tidak sesuai dalam past perfect; (9) ketidak hadiran verba dasar (basic verbs) setelah modal could dalam kala lampau; (10) tidak meletakkan to be sebelum verba dalam kalimat pasif (11) tidak menggunakan verba participle setelah to be pada kalimat pasif; (12) penggunaan pronomina penghubung. Aspek yang terdapat dalam karangan mahasiswa bahasa Inggris adalah aspek past progresif (past progressive aspect) dan aspek perfektif (perfective aspect). Jenis kesalahan yang disebabkan oleh ketidakpahaman akan kaidah bahasa adalah (1) penggunaan verba pertama (present) dalam kala past, (2) penggunaan to be yang tidak sesuai dengan subjek, (3) pengabaian kata bantu was dan were dalam kala past, (4) penggunaan kata kerja bantu had yang tidak sesuai dengan subjek, (5) penggunaan kata kerja yang tidak sesuai pada past perfect, (6) penggunaan verba yang

Kata kunci Verba,Kala (tenses),Aspek,Kata bantu (to be),Kata kerja bantu (auxiliary verb)
Program Studi S2 Linguistik UGM
No Inventaris c.1 (2198-H-2009)
Deskripsi xiii, 158 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2009
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali