T Rub p

Pengendalian pengadaan obat di instalasi farmasi RSUD Cibabat dengan analisis ABC dan economic order quantity (EOQ)

Penulis

Ruba'ah, Nine Ucu

Pembimbing: Dr. Achmad Purnomo, Apt


ABSTRACT : Rumah sakit merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang melakukan berbagai jenis pelayanan, dimana obat merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Pembiayaan tertinggi untuk mendukung pelayanan kesehatan di RSUD Cibabat adalah penyediaan obat yaitu sebesar 35,14% dari total anggaran belanja rumah sakit, sehingga apabila tidak dilakukan pengendalian pengadaan obat yang baik akan mengakibatkan kerugian bagi rumah sakit baik secara medis, sosial maupun ekonomis. Hospital is one of Health Care Services unit that carry out various kind of services. The highest funding to support the helath services in RSUD Cibabat is the medicine procurement, which is 35,14% from the hospital budget, so if there are no good medicine procurement control it will be causing some loss to the hospital; both of medicaly, socially and economically. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan metode EOQ pada pengendalian pengadaan persediaan obat oral dan injeksi di IFRS Cibabat. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen tanpa kontrol, yang dilakukan pada pengendalian pengadaan persediaan obat dengan pengamatan secara berurutan waktu, yaitu sebelum, selama dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan pada obat oral dan injeksi kategori A dari analisis ABCpemakaian. Pengukuran kinerja menggunakan tiga indikator, yaitu Nilai Persediaan, ITOR, dan Tingkat Layanan. Hasil dari pengukuran kinerja sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan menggunakan Paired Sample T-test. The objective of this research is to understanding the EOQ method application on the oral and injection medicine procurement in the Cibabat IFRS. This research is using the quasi uncontrolled experiment plan, that applied on the medicine stock procurement control with time chronological supervising, which is before, during and after the intervension. The intervension was done to the category A oral and injection from the ABC analysis of the consumption. The measurment of the perfomace is using three indicator, which are Inventory Value, ITOR, and Services Level. The result from the performance mesurement before and after the intervension as analyzed by Paired Sample T-test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode EOQ yang disertai ROP pada pengendalian pengadaan terhadap 127 item obat oral dan injeksi hasil analisis ABC pemakaian ternyata dapat (1) menurunkan Nilai Persediaan sebesar 57,63% (Rp 390.299.405,00 menjadi Rp 146.920.223,00), (2) meningkatkan ITOR sebesar 42,42% (1,33 kali menjadi 2,31 kali), (3) meningkatkan tingkat layanan resep pasien dari 93,53% menjadi 95,86%. Dari hasil t-test terlihat bahwa probabilitas untuk Nilai Persediaan (0,026), ITOR (0,024) dan Tingkat Layanan (0,048) < 0,05 maka Ho ditolak atau ada perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi dengan penerapan metode EOQ yang disertai ROP berdasarkan analisis ABC Pemakaian terhadap Nilai Persediaan, ITOR dan Tingkat Layanan. Hal ini menunjukkan pengelolaan obat yang lebih efisien dari sebelum dilakukan intervensi, pengawasan yang lebih intensif dan terus menerus pada obat kategori A, sehingga

INTISARI : Abstract Rumah sakit merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang melakukan berbagai jenis pelayanan, dimana obat merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Pembiayaan tertinggi untuk mendukung pelayanan kesehatan di RSUD Cibabat adalah penyediaan obat yaitu sebesar 35,14% dari total anggaran belanja rumah sakit, sehingga apabila tidak dilakukan pengendalian pengadaan obat yang baik akan mengakibatkan kerugian bagi rumah sakit baik secara medis, sosial maupun ekonomis. Hospital is one of Health Care Services unit that carry out various kind of services. The highest funding to support the helath services in RSUD Cibabat is the medicine procurement, which is 35,14% from the hospital budget, so if there are no good medicine procurement control it will be causing some loss to the hospital; both of medicaly, socially and economically. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan metode EOQ pada pengendalian pengadaan persediaan obat oral dan injeksi di IFRS Cibabat. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen tanpa kontrol, yang dilakukan pada pengendalian pengadaan persediaan obat dengan pengamatan secara berurutan waktu, yaitu sebelum, selama dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan pada obat oral dan injeksi kategori A dari analisis ABCpemakaian. Pengukuran kinerja menggunakan tiga indikator, yaitu Nilai Persediaan, ITOR, dan Tingkat Layanan. Hasil dari pengukuran kinerja sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan menggunakan Paired Sample T-test. The objective of this research is to understanding the EOQ method application on the oral and injection medicine procurement in the Cibabat IFRS. This research is using the quasi uncontrolled experiment plan, that applied on the medicine stock procurement control with time chronological supervising, which is before, during and after the intervension. The intervension was done to the category A oral and injection from the ABC analysis of the consumption. The measurment of the perfomace is using three indicator, which are Inventory Value, ITOR, and Services Level. The result from the performance mesurement before and after the intervension as analyzed by Paired Sample T-test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode EOQ yang disertai ROP pada pengendalian pengadaan terhadap 127 item obat oral dan injeksi hasil analisis ABC pemakaian ternyata dapat (1) menurunkan Nilai Persediaan sebesar 57,63% (Rp 390.299.405,00 menjadi Rp 146.920.223,00), (2) meningkatkan ITOR sebesar 42,42% (1,33 kali menjadi 2,31 kali), (3) meningkatkan tingkat layanan resep pasien dari 93,53% menjadi 95,86%. Dari hasil t-test terlihat bahwa probabilitas untuk Nilai Persediaan (0,026), ITOR (0,024) dan Tingkat Layanan (0,048) < 0,05 maka Ho ditolak atau ada perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi dengan penerapan metode EOQ yang disertai ROP berdasarkan analisis ABC Pemakaian terhadap Nilai Persediaan, ITOR dan Tingkat Layanan. Hal ini menunjukkan pengelolaan obat yang lebih efisien dari sebelum dilakukan intervensi, pengawasan yang lebih intensif dan terus menerus pada obat kategori A, sehingga

Kata kunci Analisis ABC,Economic order quantity (EOQ),Nilai persediaan,Inventoty Turn Over Ratio,Tingkat layanan
Program Studi S2 Magister Manajemen Farmasi UGM
No Inventaris c.1 (0931-H-2009)
Deskripsi xiii, 104 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2009
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali