T Put p

Pengaruh penerapan pajak ekspor terhadap ekspor minyak sawit Indonesia

Penulis

Putera, Mula

Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Masyhuri


ABSTRACT : Indonesia is the second biggest palm oil producer on the world after Malaysia with 39% contribute from total world production. On the other side, Indonesia is one of the biggest palm oil consumer among developing countries also. In the year 2005, Indonesia palm oil consumption more than 3,2 million ton which 25,9% of the total production. More than 10,3 million ton or 90% the export used crude palm oil (CPO). In fact that in 1994, Indonesia government was efforts export tax to control the export. The function of export tax it’s for the budgetor and regulation to increase the government revenue and the instrument for the export balancing and stabilize the last product of CPO price on economic crisis. This research tries to make a model to analyze export CPO of Indonesia toward the export tax CPO in Indonesia by inserting various variables which theoretically are estimate hava strong effect beside an export tax of CPO that is CPO international price, soybean international price and dummy economic crisis in 1998. With the multiple regression analysis it can be decided the best model therefore the interpretation of result will not cause confusing with the best interpretation. This research tries to comparison between normal multiple regression model with natural logarithm multiple regression model. This comprison model, shows that normal multiple regression analysis model produces better than natural logarithm multiple regression model both in coefficient probability as well as coefficient sign. Seeing the result of the research it can be recommended almost the variable that been used in the model, shows the significant result according statistics. Export tax of CPO, economic crisis and CPO domestic consumption significant influential toward export CPO. While soybeans international price and CPO internasional price is not significant influence toward export CPO. It recommended to government especially, to remove or review the export tax of CPO and give economic stimulus especially to carried palm oil agribusiness specially CPO to up course until lower course like cooking oil subsidize and insentive for CPO development industry. Key words : crude palm oil (CPO), export tax, economic crisis.

INTISARI : Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar kedua setelah Malaysia dengan kontribusi sebesar 39% dari total produksi dunia. Disisi lain, Indonesia juga merupakan konsumen besar CPO di antara negara berkembang. Pada tahun 2005, jumlah konsumsi CPO Indonesia sebesar 3,2 juta ton atau 25,9% dari jumlah produksinya. Sekitar 10,3 juta ton atau 90% di ekspor berupa minyak sawit mentah (CPO). Seiring dengan peningkatan tersebut pemerintah berupaya mengontrol ekspor CPO dengan regulasi berupa pajak ekspor yang secara intensif diterapkan pada tahun 1994. Maksud dari penerapan pajak ekspor tersebut untuk kegiatan budgetor dan regulator guna meningkatkan penerimaan pemerintah dan instrumen untuk pengendalian ekspor dan stabilisasi harga produk turunan CPO yaitu minyak goreng ditengah krisis yang melanda. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis suatu model ekspor CPO Indonesia terhadap kebijakan pajak ekspor CPO dengan memasukkan beberapa variabel yang secara teoritis berpengaruh kuat selain pajak ekspor CPO, yaitu harga CPO Internasional, harga minyak kedelei internasional, dummy krisis ekonomi/moneter tahun 1998 dan konsumsi CPO domestik. Dengan teknik analisis linier berganda (multiple regression analysis) akan diputuskan model terbaik sehingga interpretasi hasil tidak menyesatkan dengan mendapatkan interpretasi terbaik. Teknik dalam penelitian ini membandingkan antara model ekspor CPO Indonesia menggunakan regresi linier berganda biasa dengan regresi linier berganda logaritma natural. Perbandingan model menunjukkan bahwa model regresi biasa mendatangkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan model transformasi natural logaritma, yang dapat dilihat dari sign koefisien dan probabilitas signifikansi. Melihat hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hampir keseluruhan variabel yang dimasukkan dalam model menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik. Pajak ekspor CPO, dampak krisis ekonomi dan konsumsi CPO domestik berpengaruh signifikan terhadap ekspor CPO. Sedangkan harga minyak kedelei internasional dan harga CPO internasional tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor CPO Indonesia. Disarankan, pemerintah khususnya, untuk dapat menghapus atau meninjau ulang besaran pajak ekspor CPO dan memberikan kebijakan stimulus ekonomi khususnya dalam mendukung agribisnis kelapa sawit, khususnya CPO baik dari sektor hulu hingga hilir seperti subsidi pada produk hilir yaitu minyak goreng dan juga memberikan insentif untuk pengembangan industri hilir CPO. Kata Kunci : crude palm oil (CPO), pajak ekspor, krisis ekonomi.

Kata kunci Crude palm oil (CPO),Pajak ekspor,Krisis ekonomi
Program Studi S2 Magister Manajemen Agribisnis UGM
No Inventaris c.1 (0048-H-2009)
Deskripsi xii, 72 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2009
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali