T Eni p

Perbedaan skor kualitas hidup pasien skizoprenia yang mendapat terapi kerja berorientasi token economy dengan terapi aktifitas kelompok

Penulis

Eniarti

Pembimbing: Prof. Dr. dr. Soewadi, MPH, Sp.KJ(K)


ABSTRACT : Schizophrenic patients experience cognitive, affective, and psychomotor impairments which cause low level of quality of life. Psychopharmachotherapy should be combined with other therapies in order to increase their quality of life. Evidence based shows that occupational therapy can improve cognitive impairment and social skill boundaries in schizophrenic patients. Group activity therapy makes schizophrenic patients able to control aggresivity, hallucination, delusion, low self esteem, social withdrawal, and nurture deficits. An adequate rehabilitation activity is needed in order to obtain optimum result of increasing the level of quality of life of schizophrenic patients. One of the rehabilitation methods that can be conducted in mental hospitals is agricultural cultivation with token economy oriented verticulture method. This research aims to identify the difference of quality of life score among schizophrenic patient who got token economy oriented structured occupational therapy compared with those who received group activity therapy at Prof. Dr. Soeroyo Magelang mental hospital. This is an experimental study with randomized pre-post test control group design. Data were analyzed using T-test. Chi-square is performed to identify the influence of sociodemographic factors in the quality of life of schizophrenic patients and logistic regression is performed to identify how much the influence is. Instruments used are Lehman structured interview-modified in Indonesian language to assess quality of life, PANSS to assess positive, negative, and general psychopatology in schizophrenic patients, and indepth interview. There is significant difference of quality of life-increased score between occupational therapy group and group activity therapy (t=11,040, p=0,001, CI 95%=6,7419,725). Influence of sociodemographic factors in quality of life was not found. As conclusion, there is significant difference of quality of life’s score between schizophrenic patients who got token economy oriented structured occupational therapy compared with those who received group activity therapy at Prof. Dr. Soeroyo Magelang mental hospital. Keywords: Schizophrenic-occupational therapy-quality of life

INTISARI : Pasien Skizofrenia mengalami gangguan kognitif, afektif dan psikomotor, sehingga menyebabkan kualitas hidupnya rendah.Untuk meningkatan kualitas hidup terapi psikofarmaka harus dikombinasikan dengan terapi lain.Terapi kerja terbukti dapat mengatasi gangguan kognitif, dan keterbatasan keterampilan sosial pasien skizofrenia.Terapi aktivitas kelompok dapat membantu pasien skizofrenia mengontrol perilaku kekerasan, halusinasi, waham, harga diri rendah, isolasi sosial dan defisit perawatan diri. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari upaya peningkatan kualitas hidup gangguan skizofrenia diperlukan upaya rehabilitasi yang memadai. Salah satu bentuk kegiatan rehabilitasi yang bisa dilakukan di rumah sakit jiwa adalah terapi kerja dengan budidaya pertanian metode vertikultur berorientasi token economy. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi adanya perbedaan skor kualitas hidup pada pasien skizofrenia yang mendapatkan terapi kerja terstruktur berorientasi token economi dengan terapi aktivitas kelompok di rumah sakit jiwa. Prof. dr. Soeroyo Magelang. Desain penelitian ini adalah penelitian experiment dengan desain randomized pre test- post test control group design. Data penelitian dianalisis dengan t-test .Untuk melihat pengaruh faktor sosio-demografi pasien skizofrenia terhadap kualitas hidup dilakukan uji Chi-Square dan untuk melihat besarnya bobot pengaruh faktor sosio-demografi dipakai Regresi logistik. Instrumen yang dipakai untuk menilai kualitas hidup adalah wawancara kualitas hidup Lehman modifikasi versi Bahasa Indonesia, instrumen PANSS untuk melihat gejala positif, negatif dan psikopatologi umum pada pasien skizofrenia serta wawancara yang mendalam (indepth interview). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan peningkatan skor kualitas hidup pasien skizofrenia antara kelompok terapi kerja dengan terapi aktivitas kelompok yang bermakna dengan t = 11,040 dengan signifikansi p value = 0,001 dan dengan Confidence Interval 95% : 6,741 – 9,725, hasil ini menunjukkan bermakna secara statistik.Pada penelitian ini tidak ada pengaruh faktor sosio-demografi pasien terhadap peningkatan kualitas hidup. Sebagai kesimpulan terdapat perbedaan yang bermakna skor kualitas hidup pasien skizofrenia yang mendapatkan terapi kerja terstruktur berorientasi token economy dibandingkan terapi aktivitas kelompok di rumah sakit jiwa Prof. dr. Soeroyo Magelang. Kata kunci : skizofrenia – terapi kerja - kualitas hidup

Kata kunci Skizoprenia,Terapi kerja,Kualitas hidup
Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Klinik UGM
No Inventaris c.1 (2898-H-2008)
Deskripsi xix, 115 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2008
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali