T Nau p

Petani Papua dan inovasi pertanian :: Pengaruh budaya terhadap pola adopsi pertanian PIR Kelapa Sawit; Kasus Petani Suku Arfak di Kabupaten Manokwari Papua

Penulis

Nauw, Monica Maria

Pembimbing: Dra. Naniek Kasniyah, M.A.M.Med.Sc


ABSTRACT : This research is entitled” The Farmers of Papua and Agricultural inovation: the influence of culture on the pattern of PIR oil palm Agricultural inovation adoption”, a case study of the farmers of Arfak tribe in Manokwari Regency Papua. The background of selecting this title is the development which happens by using the top down development policy is couldn’t be implemented entirely and brings any transformation of cummunal life, such as in the case of Arfak farmer’s inability in adopting the PIR oil palm. The purpose of this research are: (1) to know the implementation of new innovation by maker of development program, especially the development of oil palm PIR of Arfak farmers; (2) to describe the culture of Arfak ethnic; (3) to reveal the influence of traditional culture toward the adoption of agricultural innovastion of Arfak ethnic. The research is field research which used research method of qualitative descriptive by the technique of observation of participative and interview. These two techniques were used to gather information from the informant, i.e. the Arfak farmers who success and the Arfak farmers who didn’t success in the adopting the agricultural pattern of oil palm PIR. In addition the information on the traditional cultural aspects was gained from key informant, i.e. the head of ethnic and communal person. Then as the secondary data it was used the sources from library, such as the books which support this research. The methodical ways in this research was conducted through various step, i.e.: determining the research location, determining informant dan data collection and data analizing. From the result of this research ,it revealead that the construction of coconut PIR didn’t bring a significant transformation in Arfak farmer’s live.It is only the minority of Arfak farmers who able and succesfully adopt the PIR agriculture and conduct any transformation in their life. Meanwhile the mayority of group are they who unable and do not success in adopting PIR agriculture, thus there is not happened any transformation in their life. It is caused by the cultural traditions which is still parctice in their life, thus the couldn’t able to adops the oil palm PIR agriculture as will. Thus it could be conclude that inability of majority groups of Arfak famer’s in adopting oil palm PIR agriculture is caused by influences of traditional culture. The organization, us culture which introduced to the farmer is the oposite to the traditional culture of Arfak farmers, thus the community have any difficulties in the adopting process. Based on the case matters, thus it needs to to be conducted thres matters, i.e: (1) Before a construction program is conducted, it needs to be conducted anthropological research on human and the culture which will be constructed; (2) The execution of development should be conducted according to the cultural condition of local community or the bottom up development policy could involved directly; and (3) it meeds to be conducted any monitoring toward the program which is conducted, thus if there are any cultural barries which had, it could be overwhelm as soon as possible.

INTISARI : Penelitian ini berjudul “ PETANI PAPUA DAN INOVASI PERTANIAN: Pengaruh Nilai Budaya Terhadap Pola Adopsi PIR Kelapa Sawit ( Kasus Petani Arfak Di Kabupaten Manokwari Papua). Latar belakang pemilihan judul ini adalah pembangunan yang terjadi dengan menggunakan kebijakan pembangunan top down tidak semua dapat terlaksana dan membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, seperti dalam kasus ketidakmampuan petani Arfak dalam mengadopsi pertanian PIR kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui pola penerapan inovasi baru oleh para pembuat program pembangunan, khususnya pembangunan PIR kelapa sawit pada petani Arfak; (2) mendeskripsikan kebudayaan suku Arfak; (3) mengungkapkan pengaruh kebudayaan tradisional terhadap pola adopsi inovasi pertanian suku Arfak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara. Kedua teknik ini digunakan untuk menggali informasi dari para informan yakni petani Arfak yang sukses dan petani Arfak yang tidak sukses dalam mengadopsi pertanian pola PIR kelapa sawit. Selain itu informasi tentang aspek – aspek kebudayaan tradisional diperoleh dari informan kunci yakni kepala suku dan tokoh masyarakat. Kemudian sebagai data sekunder digunakan sumber dari perpustakaan, berupa buku – buku yang mendukung penelitian ini. Langkah metodis dalam penelitian ini melalui beberapa tahap, antara lain: menentukan lokasi penelitian, penentuan informan, pengumpulan data dan analisis data. Hasil penelitian ditemukan bahwa pembangunan PIR kelapa sawit tidak membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan petani Arfak. Hanya kelompok minoritas dari petani Arfak yang mampu dan sukses mengadopsi pertanian PIR dan melakukan perubahan dalam kehidupannya. Sedangkan kelompok mayoritas adalah mereka yang tidak mampu dan tidak sukses mengadopsi pertanian PIR. Hal tersebut disebabkan karena tradisi budaya yang masih dipraktekan dalam kehidupan mereka, menyebabkan sehingga mereka tidak mampu mengadopsi pertanian PIR kelapa sawit dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketidakmampuan kelompok mayoritas petani Arfak dalam mengadopsi pertanian PIR kelapa sawit disebabkan oleh pengaruh kebudayaan tradisional. Budaya perusahaan yang dikenalkan bertolak belakang dengan budaya tradisional petani Arfak sehingga masyarakat mengalami kesulitan dalam proses pengadopsian. Berdasarkan pada pokok permasalahan tersebut, maka perlu dilaksanakan tiga hal yaitu: (1) sebelum suatu program pembangunan dilaksanakan perlu dilakukan studi antropologis pada manusia dan kebudayaan yang hendak dibangun; (2) Pelaksanaan pembangunan hendaknya dilakukan sesuai dengan kondisi budaya masyarakat lokal atau kebijakan pembangunan bottom up; (3) perlu dilakukan monitoring terhadap program yang dilaksanakan.

Kata kunci Petani Papua,Inovasi Pertanian,Nilai Budaya
Program Studi S2 Antropologi UGM
No Inventaris c.1 (3521-H-2007)
Deskripsi xiii, 167 p., bibl., ills., 29 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2007
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali