T Kri p

Pelaksanaan perjanjian Franchise (Waralaba) pada Warung Steak Obonk

Penulis

Kristiarum, Dina Yorky

Pembimbing: Sularto, SH.,CN.,MH


ABSTRACT : The research aims to investigate the proper classification for franchise contract according to the law of contract in Indonesia and the measures by the first party when a failure of obligation occurs. This research is juridical and empirical in nature. It belongs to empirical research because it for to focuses on field research to obtain comprehensive, systematic, factual and accurate facts pertaining to the implementation of franchise contract at warung Steak Obonk. Meanwhile, it is juridical because it studies the principles, the systematic, and the synchronization of law in order to understand the implementation of franchise contract at Warung Steak Obonk. Therfore, it used primary data which were obtained from interview with respodents, and secondary data which were obtained from library research. The research results show that franchise contract falls into several qualifications according to its type of contract: 1) according to the name of place of contract, it belongs to a new type of independent anonymous contract, 2) according to the method of contract, it belongs to a contract of consensus, 3) according to the rights and obligation, it belongs to a reciprocal contract, 4) according to the benefit derived by the parties, it is a contract on bearing. The settlement for a failure of obligation by the second party follows the following procedures : 1) sending a first reprimand by notifying all mistakes to be corrected, 2) sending a second reprimend when no positive response is given, 3) sending a third reprimand by writing a statement of franchise continuation, 4) revoking the rights of franchise without any condition. In practice, however, the franchisor took negotiation as a means of settling the problem by meeting the second party in person. After the first party inspected the location, the second party would immediately fulfill its obligations.

INTISARI : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang termasuk dalam kualifikasi apakah perjanjian franchise itu menurut hukum perjanjian yang berlaku di Indonesia, serta upaya yang ditempuh oleh pihak pertama dalam perjanjian franchise jika terjadi wanprestasi. Penelitian mengenai pelaksanaan perjanjian franchise pada warung steak obonk merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris. Empiris karena penelitian ini menitikberatkan pada penelitian lapangan secara menyeluruh, sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang berhubungan dengan pelaksanaan perjanjian franchise (waralaba) pada warung obonk. Yuridis karena penelitian hukum yang dilakukan dengancara meneliti asas-asas hukum, sistematika hukum dan sinkronisasi hukum denganjalan menganalisanya untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perjanjian franchise pada warung steak obonk. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dengan cara studi kepustakaan, sedangkan data primer diperoleh dengan cara melalui wawancara dengan para responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut jenis-jenis perjanjian, maka franchise dapat dikualifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:1)Berdasarkan nama dan tempat pengaturan,termasuk perjanjian tak bernama jenis baru mandiri; 2)Berdasarkan cara terbentuknya, termasuk perjanjian konsensuil; 3)Berdasarkan hak dan kewajiban, termasuk perjanjian timbal-balik;4)Berdasarkan keuntungan yang diperoleh para pihak, termasuk perjanjian atas beban.Dan yang kedua bahwa penyelesaian sengketa jika pihak kedua wanprestasi menurut perjanjian franchise warung steak obonk yaitu; 1)Memberikan teguran pertama dengan memberitahukan segala kesalahan-kesalahan yang terjadi untuk dilakukan pembenahan dan pembetulan; 2) Memberikan teguran kedua apabila tidak ada respon positif untuk melakukan pembenahan dan pembetulan dengan melakukan dialog dengan pihak kedua mengenai masalah dan persoalannya; 3) Memberikan peringatan keras ketiga dengan memberikan surat pernyataan untuk kelanjutan usaha waralaba yang dimilikinya;4) Mencabut hak waralaba yang dimilikinya tanpa syarat. Namun kenyataannya franchisor melakukan upaya penyelesaian sengketa dengan jalan pengarahan dan musyawarah yang disampaikan secara langsung melalui tatap muka dengan pihak kedua. Dan setelah pihak pertama mengecek ke lokasi, maka pihak kedua akan segera melaksanakan kewajibannya. Kata kunci : Pelaksanaan Perjanjian Franchise, Warung Steak Obonk

Kata kunci Hukum Perjanjian,Waralaba
Program Studi S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan) UGM
No Inventaris c.1 (1926-H-2007)
Deskripsi x, 89 p., bibl., ills., 30 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2007
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali