T Wid p

Program tenaga kerja mandiri terdidik dalam rangka mengurangi pengangguran di Kabupaten Kulon Progo

Penulis

Widodo, Bambang

Pembimbing: Drs. Djoko Suseno, SU


ABSTRACT : The number of unemployment in Kulon Progo regency are 16.032 people, mayority are SLTA graduated ( 7.170 people ). This is the serious problem which has been solved. The problem solving of unemployment need long time because the problem and the area happen together. The unemployment problem is too integrated with the opportunities for employment problem. Government tries to unticipate and conquer of unemployment problem for the educated young manpower from SLTA graduated, which have been desided by the Policy Former and Educated Autonomy Manpower Building. This ectivity is done in extension and creation the opportunities for employment problem. This research uses qualitative method so that all informan can be asked information with towards information which is got from primair data by interview and secondair data by report investigation, document which are in Manpower and Transmigration official, to know realization the program of TKMT and the result from participant the program of TKMT in Kulon Progo regency. Research result : Kulon Progo Regency Government, in realization the area autonomy has taken out the policy in manpower sector which to be directed on : 1. To advance the spread of integrated work system with the activity of manpower placement by local inter work mecanism that is 1.661 people, Inter region inter work ( AKAD) are 1.752 people, Inter country inter work ( AKAN) are 1.590 people. 2. The policy which is directed to push the growth of businessman soul toward autonomy trying with the activity of autonomy manpower trick are 20 people. The educated autonomy manpower are 35 people ( 35 people deconsentration fond who succeed are 25 people / 70 % won’t succeed are 10 people / 30 % and 5 people APBD I fond ). Manpower trick and their family with cultivation activity of fresh water fish / lele. 75 pools absorb 87 menpower. The work expansion of padat karya system and the team are 20 people to absorb 60 menpower consist of PE goat cultivation and Gibas goat cultivation, study to Japan are 9 people. Apart that the manpower autonomy in informal sector ( home industry ) are 25 people. Recomendation : a. In order to decrease unemployement, the government need to create the integrated program to involve integrated institute through the autonomy manpower trick by available fond. b. To form uncreate the educated autonomy manpower who succeed, need to choose program participant, to show professional teacher / Instructor and selective to choose and show the businessman who will teach to succeed the TKMT participant. c. For the succeed educated autonomy manpower , need the building of pasca program continuously and integrated from institute with available fond, to advance the business by TKMT participant in create and spread the work opportunities and try to decrease the unemployment. The key words : the Educated Autonomy Manpower, Program to decrease unemployment.

INTISARI : Jumlah penganggur di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 16.032 orang, mayoritas berpendidikan SLTA sebanyak 7.170 orang, merupakan masalah serius yang harus segera dipecahkan. Pemecahan masalah pengangguran memerlukan waktu yang cukup panjang karena merupakan masalah sektoral dan daerah yang terjadi secara bersamaan. Masalah penggangguran sangat terkait erat dengan masalah kesempatan kerja. Pemerintah berupaya mengantisipasi dan menanggulangi masalah pengangguran bagi angkatan kerja muda terdidik lulusan SLTA, telah ditetapkan kebijaksanaan pembentukan dan pembinaan Tenaga Kerja Mandir Terdidik( TKMT). Secara teknis kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penciptaan dan perluasan lapangan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sehingga semua informan dapat dimintai informasi dengan tujuan informasi yang diperoleh dari data primer melalui wawancara yang mendalam dan data sekunder melalui penelusuran laporan, dokumen yang ada di Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi, untuk mengetahui pelaksanaan program TKMT serta hasil dari peserta program TKMT di Kabupaten Kulon Progo. Pemda Kabupaten Kulon Progo dalam pelaksanaan otonomi daerah telah mengeluarkan kebijakan dibidang ketenagakerjaan yang diarahkan pada 1. meningkatkan penyebarluasan sistem kerja terpadu dengan kegiatan penempatan tenaga kerja melalui mekanisme antar kerja alokal ( AKL ) sebanyak 1.661 orang, antar kerja antar daerah ( AKAD) sebanyak 1.752 orang, antar kerja antar negara (AKAN) sebanyak 1.590 orang. 2. Kebijakan yang diarahkan untuk mendorong tumbuh kembangnya jiwa kewirausahaan menuju usaha mandiri dengan kegiatan pemberdayaan tenaga kerja mandiri 20 orang, Tenaga Kerja Mandiri Terdidik 35 orang, ( 35 orang dana dekonsentrasi, yang berhasil 25 orang ( 70 % ) yang belum berhasil 10 orang ( 30 % ) dan 5 orang dana APBD I ), pemberdayaan tenaga kerja dan keluarga dengan kegiatan budidaya ikan tawar / lele 75 kolam menyerap tenaga kerja 87 orang, perluasan kerja sistem padat karya 2 kelompok 20 orang dengan menyerap tenaga kerja 60 orang, yang meliputi budidaya kambing PE dan budidaya kambing GIBAS, magang ke Jepang 9 orang, selain itu juga Tenaga KerjaMandiri di sektor informal ( home industri ) sebanyak 25orang. Rekomendasi : a. Dalam rangka mengurangi pengangguran Pemda perlu menciptakan program terpadu melibatkan instansi terkait melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri disertai alokasi dana yang memadahi. b. Untuk membentuk dan menciptakan Tenaga Kerja Mandiri Terdidik yang berhasil perlu memilih peserta program secara selektif,menunjuk pengajar / instruktur yang profesional, dan selektif memilih pengusaha yang terbuka, mau membimbing demi berhasilnya para peserta TKMT untuk magang/ belajar usaha. c.Demi suksesnya Tenaga Kerja mandiri Terdidik perlu pembinaan pasca program secara kontinyu dan terpadu dari instansi terkait disertai alokasi dana yang cukup, untuk mamajukan usaha peserta TKMT dalam rangka menciptakan dan memperluas lapangan kerja serta kesempatan berusaha guna mengurangi pengangguran. Kata Kunci : Tenaga Kerja Mandiri Terdidik, Program mengurangi pengangguran.

Kata kunci Pengangguran,Pembangunan Ketenagakerjaan,Program tenaga Kerja Mandiri Terdidik
Program Studi S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial) UGM
No Inventaris c.1 (1197-H-2007)
Deskripsi xi, 163 p., bibl., ills., 30 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2006
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali