T Sal p

Perdamaian dan relasi sosial antar umat beragama pascakonflik di Provinsi Maluku Utara

Penulis

Salim, Apaman

Pembimbing: Dr. Susetiawan


ABSTRACT : Tragedy of humunaty in the from of religious conflict happened in the provinse of Nort Moluccas, especiallly in Ternate, 1999 had a great impact to all life activities in this area specificall about social relation among members og religious community when the conflict and postconflict happened. This research to see the social phenomenon related to haow conflict dymanics and piece happenend in the province of North Moluccas, and also how the relation among members of religious community postconflict. This aims to describe conflict dynamics, peace, as well as social relation among members of religious community postconflict in Ternate, North Muluccas. Frame of reference used in this reseaerch is sosciology of conflict, a study of peace by Johan Galtung and reconstruction theory by Simon Fisher as supporting theory in analyzing the data The method used in this research in qualitative nethod bay discriptive analysis doing obyektif reinterpretation about sosial phofenomenon that techniques being used were guide interview, library research and docomentation. The result of the research described that the conflict happened was based on there problem: goverment regulation No. 42 in 1999 about formation and arrangement of some sub districst in North Moluccas Regency, unsigned leaflet about SARA, and governor selection in North Moluccas. The effort to remake peace is done by forming a coopration forum among members of religious community and custom ritual “makan Patita” (eat for peace). There Processes conducted realisation social among members of religious community postconflict in North Moluccas. First, social reconstruction by building coordinating constitution in social, culture, economic, and politics among Moslems and Christians. Second, through social transformation happened in Ternate with “culture approach” back to the philosophy “ marimoi ngone fo turu, marimoi ua ngone fo ruru”, the meaning is let’s reunite to construct life and equality that was divided in the past. Third, reconcilition by involing informl and formal institution that have process and institution value, dynamic process. Keywords: Social relations, reconsialiation reconstruction, transformation and

INTISARI : Tragedi kemanusiaan berupa konflik bernuansa keagamaan yang terjadi di Propinsi Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate sepanjang tahun 1999 telah membawa dampak besar bagi segala aktifitas kehidupan di daerah ini terutama menyangkut tentang relasi sosial antara umat beragama ketika konflik dan pascakonflik itu terjadi. Maka penelitian ini berupaya melihat fenomena sosiologis yang berhubungan dengan Bagaimana dinamika konflik yang terjadi di Propinsi Maluku Utara? dan bagaimana dinamika perdamaian di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara? serta bagaimana relasi sosial antar umat beragama pascakonflik di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara? Tujuan dari penelitian ini diantaranya adalah untuk mendiskripsikan dinamika konflik yang terjadi di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara, dan mendiskripsikan dinamika perdamaian di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara serta menjelaskan relasi sosial antar umat beragama pascakonflik di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan kerangka berfikir sosiologi tentang konflik yaitu kerangka teori studi perdamaian Johan Galtung dan teori rekonstruksi Simon Fisher sebagai alat untuk membantu menganalisis data penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskritif dengan melakukan reinterpretasi objektif tentang fenomena sosial yang terdapat dalam permasalahan yang diteliti. Data penelitian adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan adalah interview guide studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menggambarkan bahwa konflik yang terjadi di latarbelakangi oleh tiga persoalan yaitu: Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 1999 Tentang Pembentukan dan Penataan beberapa kecamatan di Kabupaten Maluku Utara, dan selebaran-selebaran yang bernuansa SARA serta pemilihan Gubernur Propinsi Maluku Utara. Upaya menciptakan kembali perdamaian di lakukan dengan membentuk forum kerjasama antar umat baeragama dan ritual “adat” makan patita (makan perdamaian). Perwujudan kembali relasi sosial antar umat beragama pascakonflik di Maluku Utara dilakukan dalam tiga proses yaitu pertama rekonstruksi soial dengan membangun wadah kerjasama sosial, budaya, ekonomi dan politik antar umat Islam dan Kristen. Kedua dengan proses transformasi sosial yang terjadi di Kota Ternate melalui ‘culture approach’ kembali pada filosofi ”Marimoi ngone foturu Marimoi ua ngone foruru”, maknanya mari kita bersatu kembali untuk membangun kehidupan dan kebersamaan yang kemaren terpecah belah. Sedangkan proses ketiga adalah melalui rekonsiliasi dengan melibatkan institusi informal dan formal yang memiliki nilai, institusi dan proses yang dinamis. Kata kunci: relasi sosial, rekonstruksi, transformasi dan rekonsiliasi.

Kata kunci Konflik,Perdamaian dan Relasi Sosial
Program Studi S2 Sosiologi UGM
No Inventaris c.1 (1441-H-2006)
Deskripsi xiii, 150 p., bibl., ills., 30 cm
Bahasa Indonesia
Jenis Tesis
Penerbit [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2006
Lokasi Perpustakaan Pusat UGM
File Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
  • Anda dapat mengecek ketersediaan versi cetak dari penelitian ini melalui petugas kami dengan mencatat nomor inventaris di atas (apabila ada)
  • Ketentuan Layanan:
    1. Pemustaka diperkenankan mengkopi cover, abstrak, daftar isi, bab pendahuluan, bab penutup/ kesimpulan, daftar pusatak
    2. Tidak diperbolehkan mengkopi Bab Tinjauan Pustaka, Bab Pembahasan dan Lampiran (data perusahaan/ lembaga tempat penelitian)
    3. Mengisi surat pernyataan, menyertakakan FC kartu identitas yang berlaku

<< kembali